Lumajang-Erupsi gunung Semeru yang terjadi beberapa waktu lalu meluluhkan lantakkan rumah dan harta benda milik warga dan tidak sedikit korban yang meninggal. Tak hanya itu, erupsi gunung Semeru juga membawa trauma dan kepedihan yang bagi keluarga korban yang meninggal dan para pengungsi yang saat ini ada di posko-posko pengungsian.
Untuk meringankan beban mereka, KONI kabupaten Lumajang tergerak dan peduli terhadap korban bencana alam erupsi gunung Semeru melalui program “Sambang pelatih dan Atlet” di kecamatan Pronojiwo Lumujang, Jawa Timur, Minggu (19/12).
Bantuan kemanusian berupa uang tunai diserahkan langsung oleh sekretaris umum KONI, Agus Samian dan didampingi oleh pengurus harian KONI Lumajang kepada jajaran pelatih dan atlet sepak takraw yang menjadi korban bencana alam. “Sebanyak tiga pelatih dan delapan atlet takraw kita terdampak erupsi gunung semeru kemarin. Sebagai bentuk kepedulian kita, KONI Lumajang membantu meringankan beban mereka,” ujar Agus Samian.
Pelatih dan Atlet yang rumahnya berada di Desa Oro-oro Ombo dan Kampung Renteng menjadi terdampak yang cukup parah. Kepedulian pengurus KONI Lumajang disambut baik oleh pengurus dan para atlet sepak takraw. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kepedulian KONI Lumajang bisa meringankan beban kami yang sekarang ini berada di pengungsian. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan menjadi penyemangat kami, “ ujar salah satu pelatih.
Seperti yang kita ketahui, dalam rangka Porprov Jatim tahun 2022, cabang olahraga sepak takraw menjadi cabang andalan untuk meraih emas. Mengingat pada cabang ini, Lumajang mempunyai atlet yang menorehkan tinta emas baik itu nasional bahkan ASEAN. Lewat sepak terjang atlet Syaiful Rizal, Lumajang boleh berbangga karena memperoleh medali emas di ajang ASEAN Games dan mewakili Jawa Timur dalam PON Papua beberapa waktu lalu juga berhasil menyabet emas di cabor sepak takraw.
Sementara itu, atlet yang mengikuti Puslatkab dalam minggu ini akan mencari tempat berlatih di lokasi yang aman dan memadai. “Untuk saat ini, tim pelatih sudah mencari lokasi untuk berlatih yang dekat dengan tempat tinggal para atlet. Karena tidak mungkin, Porprov pelaksanaannya masih enam bulan lagi, mereka meninggalkan keluarganya. Tapi kami yakin meski dalam kondisi seperti ini, mereka akan berjuang keras untuk berlatih sehingga target emas dapat kita raih,” tegas Agus Samian. (riz)